"Let no one ever come to you without leaving better and happier. Be the living expression of God's kindness: kindness in your face, kindness in your eyes, kindness in your smile."

Thursday, May 19, 2011

Injil Yudas : Review

Membaca Injil Yudas tidak bisa dilepas dari pemahaman kaum gnostik, karena kitab ini merupakan salah satu kitab yang diyakini oleh orang-orang beraliran gnostik sebagai suatu kebenaran. Gnostik berarti 'pengetahuan', sehingga kaum gnostik dapat diartikan sebagai orang-orang yang memiliki suatu pengetahuan, biasanya pengetahuan rahasia menuju surga. Bertentangan dengan kitab-kitab Kanonik, ajaran ini percaya bahwa seseorang masuk surga bukan karena mempercayai Kristus atau melakukan perbuatan baik tetapi karena memiliki pengetahuan akan Allah, akan dirinya sendiri dan akan dunia ini. Mereka yakin bahwa manusia adalah percikan api ilahi yang terperangkap dalam tubuh jasmani, sehingga manusia harus memiliki pengetahuan untuk lepas dan menuju surga. Tokoh-tokoh Alkitab mereka merupakan orang-orang jahat dalam konsep orang Kristen konservatif seperti Kain, orang-orang Sodom dan Yudas Iskariot, karena mereka percaya Allah dalam Alkitab merupakan allah yang jahat, lebih rendah (inferior) dan tidak pantas dipuja. Mereka yakin bahwa Kain dan Yudas menemukan pengetahuan rahasia mengenai kebenaran yang membawa perlawanan kepada Allah dalam kitab Kanonik.



Kitab Yudas disajikan pada awal buku ini. Sebagian besar naskah ini kehilangan banyak sekali kata-kata dan kalimat akibat robek dan hancur. Berdasarkan penjelasan sejarahnya, kitab ini ditulis sekitar 250 tahun sesudah Yesus (bandingkan dengan kitab Markus, 60 tahun sesudah Yesus) dan baru ditemukan pada abad ini. setelah banyak sekali berpindah tangan dan mengalami pemeliharaan yang tidak layak, kitab aslinya mengalami kerusakan disana-sini sehingga banyak sekali teks yang hilang baik berupa huruf, baris bahkan beberapa halaman yang robek, tertindih dan terhapus akibat lipatan yang asal-asalan. Walaupun secara umum kita tahu bahwa Yudas Iskariot merupakan pengkhianat, kitab ini tidak menceritakan secara eksplisit mengenai kisah atau rencana pengkhianatan tersebut. Sehingga penulis mungkin merasa perlu untuk memberikan penjabaran yang baik mengenai sejarah dan konsep pengajaran agnostic dan menjelaskan hubungan-hubungan dengan kitab lain yang berbau agnostic.



Meskipun isi kitab ini menyerang Kekristenan secara frontal baik karena mengaanggap bahwa Yesus bukan Tuhan maupun penokohan Yudas Iskariot sebagai pahlawan, kitab ini tetap menjadi sebuah referensi berharga bagi ilmu pengetahuan. Terlepas dari isi yang menyerang tersebut, buku ini kemudian menafsirkan isi kitab Yudas dengan memberikan catatan-catatan dari beberapa literature yang lain.



Salut melihat kata pengantar buku ini ditulis oleh guru besar Pontifical Biblical Institute dengan kata-kata 'Temuan apa saja...entah itu temuan tekhnologi ataupun ilmu pengetahuan, layak dikaji dan diperiksa relevansinya dengan kehidupan'

Tuesday, May 17, 2011

Pekerja Nilai

Malam itu sepulang dari kantor, saya menyempatkan diri membeli beberapa buku stiker untuk keponakan saya. Saya mengunjungi sebuah toko buku rohani K di sebuah mal di depan kantor. Tidak ada rencana membeli sesuatu yang lain, seperti kebiasaan saya, saya hanya akan membeli apa yang telah saya rencanakan-buku stiker. Seraya melihat beberapa buku, saya didatangi seorang pramuniaganya. Setelah menyapa ia menjelaskan resensi buku yang saya pegang Disalibkan Media. Dengan fasih ia membongkar garis besar seluruh buku sambil mereferensi buku-buku lain yang sejenis, memberikan resensi singkat dan memilih yang paling baik menurutnya. Ini pertama sekali saya dilayani dengan luar biasa di sebuah toko buku dari sekian toko buku yang pernah saya kunjungi. Sang pramuniaga seperti seorang ahli perpustakaan yang menguasai isi rumahnya. Sedangkan rata-rata pramuniaga lain hanya mencari judul buku, kalau tidak ditemukan cukup dijawab dengan “habis” tanpa sedikit usaha tambahan mencari di sekeliling.



Berbicara mengenai tukang parkir, saya hanya mau mengatakan sebagian besar tukang parkir hanya peduli dengan uang yang mereka dapatkan setelah kendaraan parkir di lokasi yang mereka jaga. Tetapi yang ini berbeda. Seorang laki-laki sekitar 25 tahun dan menjaga lokasi disebuah tempat nongkrong di Jalan Setia Budi. Malam itu agak gerimis ketika saya akan meninggalkan tempat makan itu dan menuju sepeda motor saya. Ia dengan sopan menyapa lalu mengeringkan dudukan sepeda motor saya dengan sebuah lap yang ia siapkan. Seraya menarik sepeda motor saya, ia kemudian memberi isyarat memperlambat kendaraan yang datang dari belakang. Beberapa kali ia meminta maaf, karena pada saat saya mengeluarkan kendaraan ia tidak dapat membantu karena sedang membantu memarkir atau mengeluarkan kendaraan lain.



Mengalami kejadian-kejadian sederhana di atas seolah tak akan meninggalkan bekas jika kemudian saya tidak melihat saya dan pekerjaan saya. Dua orang di atas membekas dalam ingatan saya sampai beberapa minggu setelah saya menyadari bahwa keduanya memberi teladan yang berarti kepada saya bagaimana mereka “tidak sekedar” melakukan pekerjaan mereka. Mereka memberikan sesuatu nilai tambah dalam pekerjaan sederhana mereka yang tidak diberikan orang lain pada umumnya. Saya merasa ditegur dan malu jika sedikit-sedikit mengeluh mengenai pekerjaan, merasa cepat bosan seolah menganggap pekerjaan itu kutukan bukan sebuah berkat. Untunglah sesekali Tuhan menegur saya dengan cara yang amat halus melalui orang lain. Mereka berdua berhasil mendidik saya bagaimana seharusnya memberikan hal-hal yang terbaik dalam melakukan pekerjaan sekecil dan sesederhana apapun.

Saturday, March 12, 2011

Keajaiban Kasih Karunia : Quote


  • Kecuali satu atau dua orang, semua pernah meninggalkan imannya dan kembali lagi. Dan kami semua yang kembali memiliki satu persamaan : kami semua telah menemukan kasih karunia.
  • Menjadi Kristen artinya mengampuni yang tidak bisa dimaafkan, karena Tuhan telah mengampuni yang tidak terampuni pada diri Anda.
  • Bagaimana mungkin engkau mengharapkan belas kasihan tanpa memberikannya.?
  • Argumen terkuat untuk memilih kasih karunia adalah karena alternatif lain hanyalah ‘dunia tanpa kasih karunia’.
  • Saya tahu bahwa saya bertemu kasih Allah dalam keadaan terburuk saya, bukan keadaan terbaik.
  • Kita akan berusaha mencapai kekudusan bukan untuk membuat Tuhan mencintai kita, tetapi karena Ia sudah mencintai kita. …bukan karena keterpaksaan tetapi karena hasrat.
  • Solusi untuk dosa bukan menekankan kode perilaku yang lebih keras lagi. Tetapi mengenal Allah.
  • Dunia bisa berbuat apa saja yang dilakukan gereja kecuali satu hal : dunia tidak bisa menunjukkan kasih karunia.
  • Serang ide yang salah, bukan orang yang memegang ide itu.

Friday, March 11, 2011

Keajaiban Kasih Karunia : Review

Dunia Tanpa Kasih Karunia


Di dunia tempat kita hidup, kasih karunia adalah produk yang tidak laku. Sejak dini kita dicekoki dengan berbagai macam kewajiban sebelum mendapatkan hak. Dalam hubungan antar negara, dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial, dalam keluarga bahkan dalam gereja dimana kasih karunia seharusnya melimpah. Satu negara menuntut negara lain karena kekejaman perang dimasa lalu; Anda pekerja keras maka Anda mendapat penghargaan dari tempat Anda bekerja ; sikap hina kita kepada kaum homoseksual dan waria yang sebenarnya juga adalah manusia; jika nilai rapor Anda merah maka Anda akan kena hukuman pengurangan uang jajan dari orang tua; seorang jemaat yang hamil di luar nikah diasingkan oleh jemaat atau anak kecil yang tersenyum kepada semua orang saat di gereja dihantam bentakan orangtuanya “Hentikan cengiran itu, kamu ada di gereja..” Dan dia kembali diam dan berdoa (p36).


Kasih karunia telah kehilangan tempat dimana ia seharusnya bertumbuh, dimana ia seharusnya melimpah bukan sekedar khotbah dan penelaahan Alkitab. Saya juga ada di posisi ini, saya harus bisa melakukan semua yang baik dan sempurna agar bisa diterima.



Tindakan Abnormal


Ketika dihadapkan pada pertanyaan “Apa sumbangan terbesar dan terunik Kekristenan bagi ajaran-ajaran agama dunia.?” Jawabannya adalah kasih karunia atau biasa disebut anugerah. Melalui buku ini Philip Yancey mengingatkan kembali makna kasih karunia kepada kita sebagai tindakan tanpa syarat, mengampuni yang tidak terampuni, memberi kepada yang tidak layak menerima. Bertentangan dengan dunia yang menuntut keadilan, tindakan kasih karunia adalah tindakan tidak wajar, tindakan tanpa keadilan. Kasih karunia melampaui segala hukum alam. Kasih karunia terasa mustahil adanya, tetapi manusia kehausan akannya. Dan kasih karunia itu diawali dari Allah, yang tanpa syarat mengasihi Yakub si pembohong, Salomo si anak hasil perzinahan, Petrus si penyangkal, Saulus si penganiaya pengikut Yesus dan saya yang jahat. Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk menambah atau mengurangi kasih Allah kepada kita, Ia mengasihi kita sebesar apa yang bisa dilakukan Allah yang tidak terbatas (p78). Kasih karunia identik dengan pengampunan bukan sekedar mengampuni orang yang punya hubungan baik dengan kita, tetapi dengan musuh kita. Yancey menyajikan cerita-cerita nyata bagaimana kasih karunia menetes melalui pengampunan seseorang yang mengkhianati, menganiaya bahkan mengucilkan mereka. Cerita-cerita ini memberikan kesadaran bagi kita yang telah menerima pengampunan dan kasih karunia adalah dengan melakukan hal yang sama kepada orang lain sekaligus sebagai obat penyembuh luka bagi hal-hal yang menyakitkan dan tidak bisa dihindari.



Secara kritis Yancey juga menyoroti berbagai cara penyalahgunaan kasih karunia dengan kata “Apakah orang seperti itu benar-benar sudah mengalami kasih karunia.?’ serta legalisme yang kian menyeruak ke dalam kehidupan Kristiani terutama gereja. Buku ini membawa kita kembali untuk mengerti kasih karunia dalam arti terdalam, mengalaminya serta mempraktekkannya dalam gaya hidup terkecil sekalipun. Seperti buku-buku Yancey yang lain, pada awalnya ia membawa kita larut dalam kompromi lalu membawa kita ke alam kontroversi pada pertengahan lalu pada akhirnya mengguncang kesadaran kita untuk berbuat sesuatu di dunia yang haus akan kasih karunia ini.



Buku yang luar biasa, yang membuat saya seakan masuk dan terlibat di dalamnya.

Monday, July 26, 2010

Ulang Tahun



Jika telah jauh ketempuh perjalanan

tentu seksama kuhitung langkah-langkah yang berlalu kejam


pun satu per satu patok tahun ketenggang tak sadar


disertai senyum sinis matahari yang tergesa memasuki malam



Jika kuselami semua Kitab Klasik itu


tentu kutanyakan jiwaku sampai dimana ia bertangga


juga lembar-lembar terbaik diary hidupku

sambil tersadar tinta pena ini perlahan menipis


Dan di rembang tengah hari warna perak ini

berdiri aku di pusara jalan-jalan kotor dunia

Dipelototi Sang Pemilik bertanya menghakimi

“Dimana biji sesawi itu, dahan-dahan pohon ara dan buah-buah ranting anggur-Ku?”

“Kau letak dimana pelitamu, juga asin garammu dan kemana sabit penuaimu terpakai?”


Lama waktu terdiam mencari makna

ditemani getar-getar senja datang menggodam


Membisu segala pikirku menghimpun tenaga

bangkit mendobrak hangat-hangat kuku kehidupan

berjuang mengejar detak langkah para pembunuh waktu


Ah...

Biarlah masa-masa ini mengasah cinta sejati untuk-Nya

Meski lelah amat tangan mencatati peristiwa di batu hati


‘Ku kan tegak…


Walau apa terjadi


Tuesday, June 15, 2010

Pertama

Menulis. Sebagian besar orang menyukainya, sebagian terpaksa melakukannya. Terlepas dari kedua hal itu, tulisan memberikan dunia begitu banyak informasi tentang segala sesuatu entah itu sebuah fakta ataupun cerita fiksi.

Pertama sekali memikirkan untuk mempublikasikan tulisan saya ke dalam blog ada pikiran yang mengusik 'untuk apa..?'; 'siapa yang butuh tulisan ini..?'. Saya telah menulis beberapa artikel yang dipublikasikan secara terbatas, menerbitkan sebuah buku puisi secara independen dan gratis. Hal-hal yang membuat saya memikirkan lebih dari sebuah 'kebutuhan' atau 'kesenangan' orang lain akan tulisan saya.

Akhirnya sampai kepada pemikiran bahwa sayalah yang 'butuh' untuk menulis, entah itu akan menjadi sebuah kebutuhan atau kesenangan orang lain. Tetapi, ternyata sayalah yang akan dibangun ketika saya mulai menulis blog ini, sayalah yang pertama sekali mengapresiasi diri sendiri dengan penerbitan tulisan-tulisan ini. Tetapi, adalah juga sebuah kebanggan besar jika tulisan-tulisan di blog ini juga menginspirasi orang lain.

Followers

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP