"Let no one ever come to you without leaving better and happier. Be the living expression of God's kindness: kindness in your face, kindness in your eyes, kindness in your smile."

Saturday, March 12, 2011

Keajaiban Kasih Karunia : Quote


  • Kecuali satu atau dua orang, semua pernah meninggalkan imannya dan kembali lagi. Dan kami semua yang kembali memiliki satu persamaan : kami semua telah menemukan kasih karunia.
  • Menjadi Kristen artinya mengampuni yang tidak bisa dimaafkan, karena Tuhan telah mengampuni yang tidak terampuni pada diri Anda.
  • Bagaimana mungkin engkau mengharapkan belas kasihan tanpa memberikannya.?
  • Argumen terkuat untuk memilih kasih karunia adalah karena alternatif lain hanyalah ‘dunia tanpa kasih karunia’.
  • Saya tahu bahwa saya bertemu kasih Allah dalam keadaan terburuk saya, bukan keadaan terbaik.
  • Kita akan berusaha mencapai kekudusan bukan untuk membuat Tuhan mencintai kita, tetapi karena Ia sudah mencintai kita. …bukan karena keterpaksaan tetapi karena hasrat.
  • Solusi untuk dosa bukan menekankan kode perilaku yang lebih keras lagi. Tetapi mengenal Allah.
  • Dunia bisa berbuat apa saja yang dilakukan gereja kecuali satu hal : dunia tidak bisa menunjukkan kasih karunia.
  • Serang ide yang salah, bukan orang yang memegang ide itu.

Friday, March 11, 2011

Keajaiban Kasih Karunia : Review

Dunia Tanpa Kasih Karunia


Di dunia tempat kita hidup, kasih karunia adalah produk yang tidak laku. Sejak dini kita dicekoki dengan berbagai macam kewajiban sebelum mendapatkan hak. Dalam hubungan antar negara, dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial, dalam keluarga bahkan dalam gereja dimana kasih karunia seharusnya melimpah. Satu negara menuntut negara lain karena kekejaman perang dimasa lalu; Anda pekerja keras maka Anda mendapat penghargaan dari tempat Anda bekerja ; sikap hina kita kepada kaum homoseksual dan waria yang sebenarnya juga adalah manusia; jika nilai rapor Anda merah maka Anda akan kena hukuman pengurangan uang jajan dari orang tua; seorang jemaat yang hamil di luar nikah diasingkan oleh jemaat atau anak kecil yang tersenyum kepada semua orang saat di gereja dihantam bentakan orangtuanya “Hentikan cengiran itu, kamu ada di gereja..” Dan dia kembali diam dan berdoa (p36).


Kasih karunia telah kehilangan tempat dimana ia seharusnya bertumbuh, dimana ia seharusnya melimpah bukan sekedar khotbah dan penelaahan Alkitab. Saya juga ada di posisi ini, saya harus bisa melakukan semua yang baik dan sempurna agar bisa diterima.



Tindakan Abnormal


Ketika dihadapkan pada pertanyaan “Apa sumbangan terbesar dan terunik Kekristenan bagi ajaran-ajaran agama dunia.?” Jawabannya adalah kasih karunia atau biasa disebut anugerah. Melalui buku ini Philip Yancey mengingatkan kembali makna kasih karunia kepada kita sebagai tindakan tanpa syarat, mengampuni yang tidak terampuni, memberi kepada yang tidak layak menerima. Bertentangan dengan dunia yang menuntut keadilan, tindakan kasih karunia adalah tindakan tidak wajar, tindakan tanpa keadilan. Kasih karunia melampaui segala hukum alam. Kasih karunia terasa mustahil adanya, tetapi manusia kehausan akannya. Dan kasih karunia itu diawali dari Allah, yang tanpa syarat mengasihi Yakub si pembohong, Salomo si anak hasil perzinahan, Petrus si penyangkal, Saulus si penganiaya pengikut Yesus dan saya yang jahat. Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk menambah atau mengurangi kasih Allah kepada kita, Ia mengasihi kita sebesar apa yang bisa dilakukan Allah yang tidak terbatas (p78). Kasih karunia identik dengan pengampunan bukan sekedar mengampuni orang yang punya hubungan baik dengan kita, tetapi dengan musuh kita. Yancey menyajikan cerita-cerita nyata bagaimana kasih karunia menetes melalui pengampunan seseorang yang mengkhianati, menganiaya bahkan mengucilkan mereka. Cerita-cerita ini memberikan kesadaran bagi kita yang telah menerima pengampunan dan kasih karunia adalah dengan melakukan hal yang sama kepada orang lain sekaligus sebagai obat penyembuh luka bagi hal-hal yang menyakitkan dan tidak bisa dihindari.



Secara kritis Yancey juga menyoroti berbagai cara penyalahgunaan kasih karunia dengan kata “Apakah orang seperti itu benar-benar sudah mengalami kasih karunia.?’ serta legalisme yang kian menyeruak ke dalam kehidupan Kristiani terutama gereja. Buku ini membawa kita kembali untuk mengerti kasih karunia dalam arti terdalam, mengalaminya serta mempraktekkannya dalam gaya hidup terkecil sekalipun. Seperti buku-buku Yancey yang lain, pada awalnya ia membawa kita larut dalam kompromi lalu membawa kita ke alam kontroversi pada pertengahan lalu pada akhirnya mengguncang kesadaran kita untuk berbuat sesuatu di dunia yang haus akan kasih karunia ini.



Buku yang luar biasa, yang membuat saya seakan masuk dan terlibat di dalamnya.

Followers

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP